Articles

BAGAIMANA MENYIKAPI PERUBAHAN

BAGAIMANA MENYIKAPI PERUBAHAN
Mohamad Yunus - HRD Manager PT Widatra Bhakti


Disadari atau tidak, diterima atau tidak, siap atau tidak, perubahan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian kita. Kemajuan teknologi dan informasi yang sedemikian cepatnya, bergesernya tren mode dan selera pasar terhadap produk, persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat menjelang AFTA dan perubahan dalam segala hal telah mengubah tatanan dan nilai yang ada. Mungkin kita mengganggap sesuatu tidak baik atau salah 10 tahun yang lalu, dan sekarang sudah menjadi sesuatu hal yang biasa. Ini menunjukkan wajah dunia yang selalu berubah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menyikapi suatu perubahan? Menurut informasi yang saya peroleh tenaga kerja asing sudah mulai merambah dengan gencar dunia kerja di Indonesia di beberapa sektor industri.


Kalau dipikir, sebenarnya tanpa disadaripun, perubahan itu sendiri terjadi pada diri kita seperti halnya usia dan kondisi tubuh kita. Dengan semakin berjalannya waktu, usia akan terus bertambah menyebabkan kondisi fisik dan kecantikan seseorang akan juga berubah. Kita tidak dapat menghentikan lajunya perubahan tersebut, yang dapat kita lakukan adalah bagaimana kita mengelola dan menyiapkan diri sebelum perubahan itu terjadi.

Seperti halnya dengan perusahaan dan dunia kerja, dengan semakin banyaknya pesaing masuk ke arena bisnis perusahaan kita, semakin berkompetisinya tenaga kerja apakah merupakan tantangan, cambuk bagi kita atau bahkan sebaliknya akan membuat kita terpuruk. Semua ini terpulang kepada kita sebagai anggota organisasi / perusahaan itu sendiri.

Ironisnya, banyak rekan-rekan di lingkungan kerja yang saya amati selama ini 'perubahan' sudah jadi momok yang menakutkan dan harus dihindari. Takut kehilangan posisi, pamor, merasa tersaingi dengan kedatangan warga baru di organisasi, pengawasan lebih ketat, merasa lebih complicated, atasan/pimpinan berkurang kepercayaan, pendapatan menurun, karir lebih sulit diperoleh dll karena adannya sistem baru. Ketidakmampuan kita menerima perubahan membuat ketakutan dan keresahan hati timbul menyelimuti pikiran. Kekhawatiran seperti itu rasanya tidak perlu ada sepanjang kita dapat menyikapinya dengan positif. Kita perlu percaya bahwa di dunia kerja manapun dan kapanpun perubahan di dalam organisasi pasti terjadi dan itu merupakan dinamika dunia kerja dan proses pembelajaran menuju peningkatan.

Saya jadi teringat pada buku indah mengandung filosofi yang mudah dicerna yaitu “Who Moves My Cheese”. Dalam buku tersebut Spencer Johnson menceritakan fenomena sebuah perubahan melalui ilustrasi yang bagus. Ada 4 tokoh yang diceritakan dalam buku ini, yakni : Sniff dan Scurry kedua tikus imajiner, Hem (kurcaci) serta Haw (manusia kecil) yang sengaja diciptakan oleh Spencer Johnson untuk memberikan contoh bagaimana ke empat tokoh tadi menyikapi suatu perubahan.

Cerita ini dimulai pada saat cheese (keju) yang mereka butuhkan tersedia dalam jumlah banyak. Cheese disini diilustrasikan sebagai sesuatu yang menyenangkan (uang, kebahagiaan, atau makanan). Pada suatu saat cheese yang mereka miliki semakin lama jumlahnya semakin sedikit. Sniff dan Scurry dengan penciuman dan nalurinya terus bergerak mencari chesse-cheese yang baru di stasiun-stasiun lainnya (tempat keju berada). Bagaimana dengan Haw dan Hem, mereka berdiskusi dan marah, mengapa cheese-cheese mereka berkurang dan hilang.
Mereka menyakini bahwa cheese pergi untuk sementara waktu dan segera kembali sehingga mereka tetap menunggunya tanpa melakukan apapun kecuali kecewa dan marah-marah. Perubahan terjadi secara perlahan dan mereka tidak menyadarinya. Pada akhirnya, mereka lelah dan kehabisan tenaga, dan tetap tidak menemukan cheese-nya. Sebaliknya, Sniff dan Scurry mereka terus bergerak untuk mencari stasiun-stasiun baru yang penuh dengan cheese / keju dan mereka telah menyadari hanya dengan terus bergerak dan berlari mereka bisa mendapatkan cheese-nya.

Bagaimana dengan Anda, dunia telah bergeser dan berubah, mengapa Anda tidak juga berubah ? Jika Anda ingin lebih berhasil dalam kehidupan ini, sudah selayaknya Andapun berubah. Lakukanlah hal-hal yang baru, kebiasaan-kebiasaan baru yang baik, serta perlakukanlah diri Anda dengan cara yang baru pula. Asahlah terus kemampuan Anda sehingga Anda memperoleh kemampuan dan pengalaman yang baru. Kalau Anda sudah puas dengan apa yang Anda peroleh sekarang dalam kehidupan ini, ini menandakan Anda tidak ingin berubah. Anda sudah terlena dengan apa yang telah Anda miliki, padahal dunia setiap saat berubah.

Merasa tidak nyaman dan takut mengambil resiko yang akan terjadi, merupakan alasan mengapa kita sulit untuk berubah. Perasaan takut gagal, takut salah, takut ditegur atasan, takut kelemahan diketahui oleh orang lain, takut diremehkan atau ditertawakan, serta takut-takut lainnya adalah membuat kita semakin sukar untuk menghadapi perubahan.
Apakah kita ingin seperti orang-orang jenis ini yang sangat pandai membuat alasan serta pembenaran terhadap tindakannya. Padahal yang dilakukan hanyalah bersembunyi terhadap perubahan yang sedang terjadi dan tanpa mereka sadari, dunia lambat laun akan mengubah mereka secara paksa.
Have a positive day!

Please take a look at : www.widatra.com

Uploaded By : Hans Daniel
Last Update : 30/03/2007

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 4385
  • Available Position : 40400
  • Total Jobseekers : 474513
  • Total Employer : 11668